STMIK Widya Cipta Dharma Selenggarakan Focus Group Discussion Kurikulum Tiga Program Studi untuk Menjawab Tantangan Dunia Kerja
Samarinda, 9 Juli 2026 – STMIK Widya Cipta Dharma (WICIDA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Program Studi Bisnis Digital, Sistem Informasi, dan Teknik Informatika pada Kamis (9/7/2026) di Ruang 4/6 Gedung A STMIK Widya Cipta Dharma. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kebutuhan dunia industri, serta kebijakan pendidikan tinggi berbasis Outcome Based Education (OBE).
FGD dihadiri oleh unsur Yayasan Widya Cipta Dharma, pimpinan STMIK WICIDA, dosen, mahasiswa, alumni, serta berbagai pemangku kepentingan dari dunia industri, pemerintahan, asosiasi profesi, dan institusi pendidikan. Sejumlah mitra yang hadir di antaranya DPP APTIKOM, Telkom Indonesia, Bank Kaltimtara, BNI, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda, Disperindagkop Provinsi Kalimantan Timur, IndoCEISS, IAII, APBISDI Wilayah VII Kalimantan, Ghanesa College, serta perwakilan SMKN 5 dan SMKN 7 Samarinda. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi wujud sinergi dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pengguna lulusan.
Dalam sambutannya, Ketua STMIK Widya Cipta Dharma menegaskan bahwa pengembangan kurikulum harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Masukan dari asosiasi profesi, dunia industri, instansi pemerintah, dan alumni diharapkan menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum sehingga mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional.
Pada sesi keynote speech, disampaikan Oleh Prof. Dr. Rer. Net. Achmad Benny Mutiara, Q. N., S.Si., S.Kom bahwa arah pengembangan kurikulum saat ini berfokus pada implementasi Outcome Based Education (OBE) dengan penguatan kompetensi di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hard skills, dan soft skills. Pendekatan ini menitikberatkan pada capaian pembelajaran mahasiswa sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi digital.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai masukan konstruktif dari para peserta. Perwakilan BNI Cabang Samarinda menyampaikan pentingnya penguatan mata kuliah keamanan sistem informasi, audit sistem informasi, serta Big Data yang dinilai semakin dibutuhkan di sektor perbankan. Sementara itu, Disperindagkop Provinsi Kalimantan Timur mendorong pengembangan aplikasi laporan keuangan digital yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dan koperasi sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah.
Dari sektor perbankan, Bank Kaltimtara menekankan bahwa kompetensi yang paling dibutuhkan saat ini meliputi Data Analytics, Frontend Engineering, Artificial Intelligence, dan Digital Marketing. Selain kemampuan teknis, lulusan juga diharapkan memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan bekerja dalam tim sebagai bekal menghadapi dinamika dunia kerja.
Masukan turut disampaikan oleh Diskominfo Kota Samarinda yang mengapresiasi kontribusi alumni STMIK WICIDA di lingkungan pemerintahan. Selain itu, disarankan adanya penguatan materi branding produk pada Program Studi Bisnis Digital, Business Process Model and Notation (BPMN) pada Program Studi Sistem Informasi, serta pengembangan Artificial Intelligence sebagai keunggulan Program Studi Teknik Informatika di masa mendatang.
Melalui kegiatan Focus Group Discussion ini, STMIK Widya Cipta Dharma memperoleh berbagai masukan strategis yang akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum ketiga program studi. Diharapkan kurikulum yang dihasilkan mampu menjawab tantangan transformasi digital, memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri, serta menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup pada pukul 12.10 WITA dengan kesimpulan bahwa kurikulum yang telah disusun telah mengakomodasi kebutuhan pengguna lulusan di sektor pemerintahan maupun industri. Meskipun demikian, evaluasi dan pengembangan kurikulum akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.